| |
Provinsi Bangka Belitung  Semula Bangka Belitung merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Selatan. Karena proses pemekaran, kemudian menjadi provinsi sendiri.
Nama Provinsi : Bangka Belitung (sering disingkat menjadi Babel) Tanggal Berdiri (Hari Jadi) : 9 Februari 2002 Dasar Pembentukan : UU No. 27 Tahun 2000 Ibukota : Pangkal Pinang Luas Wilayah : ± 95,1 km² Letak Geografis : Terletak di Wilayah Pulau Sumatera Jumlah Daerah Tingkat II : 7 Kabupaten dan Kota Data dikutip dari: http://organisasi.org/informasi-profil-provinsi-kepulauan-bangka-belitung-babel-info-wilayah-negara-republik-indonesia Alamat Kantor Gubernur : Kompleks Perkantoran dan Pemukiman Terpadu Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung Kelurahan Air Itam, Pangkal Pinang Telepon : 0717-439325, 439327 Fax : 0717-439323 Email : Website : http://www.bangkabelitungprov.go.id Daerah Tingkat II nya:  1. Kabupaten Bangka 2. Kabupaten Bangka Barat 3. Kabupaten Bangka Tengah 4. Kabupaten Bangka Selatan 5. Kabupaten Belitung 6. Kabupaten Belitung Timur 7. Kota Pangkal Pinang Lambang Daerah :  Perisai Bersudut Lima, melambangkan Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kepulauan Bangka Belitung, melambangkan wilayah, masyarakat, sistem pemerintah, kebudayaan dan sumber daya alam Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Lingkaran Bulat Simetrikal, melambangkan kesatuan dan persatuan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam menghadapi segala tantangan di tengah peradaban dunia yang semakin terbuka. Butir Padi berjumlah 27 buah melambangkan nomor dari Undang-undang pembentukan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, yaitu UU No.27 Tahun 2000,dan Buah Lada, berjumlah 31 buah melambangkan Kepulauan Bangka Belitung merupakan Propinsi ke 31 dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Padi dan buah lada juga melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran. Balok Timah, melambangkan kekayaan alam (hasil bumi pokok) berupa timah yang dalam sejarah secara social ekonomis telah menopang kehidupan masyarakat Propinsi Kepulauan Bangka Belitung selama lebih dari 300 tahun. (diketemukan dan dikelola sejak tahun 1710 oleh Mary Schommers dalam Bangka Tin) Biru Tua dan Biru Muda (Dalam Perisai dan Lingkaran Hitam), melambangkan bahari dunia kelautan dari yang dangkal sampai yang terdalam. Menyiratkan lautan dengan segala kekayaan alam yang ada di atasnya, di dalam dan di dasar lautan yang dapat dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat. Putih (Tulisan), melambangkan keteguhan dan perdamaian. Kuning ( Padi dan Semboyan), melambangkan ketentraman dan kekuatan. Hijau (Pulau dan Lada), melambangkan kesuburan. Hitam (Outline Lingkaran), melambangkan ketegasan. Serumpun Sebalai, menunjukan bahwa kekayaan alam dan plurarisme masyarakat Propinsi Kepulauan Bangka Belitung tetap merupakan keluarga besar komunitas (serumpun) yang memiliki perjuangan yang sama untuk menciptakan kesejahteraan, kemakmuran, keadilan dan perdamaian. Untuk mewujudkan perjuangan tersebut, dengan budaya masyarakat melayu berkumpul, bermusyawarah, mufakat, berkerjasama dan bersyukur bersama-sama dalam semangat kekeluargaan (sebalai) merupakan wahana yang paling kuat untuk dilestarikan dan dikembangkan. Nilai-nilai universal budaya ini juga dimiliki oleh beragam etnis yang hidup di Bumi Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dengan demikian, Serumpun Sebalai mencerminkan sebuah eksistensi masyarakat Propinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan kesadaran dan cita-citanya untuk tetap menjadi keluarga besar yang dalam perjuangan dan proses kehidupannya senantiasa mengutamakan dialog secara kekeluargaan, musyawarah dan mufakat serta berkerja sama dan senantiasa mensyukuri nikmat Tuhan untuk mencapai masyarakat adil dan makmur. Serumpun Sebalai, merupakan semboyan penegakan demokrasi melalui musyawarah dan mufakat. Tokoh yang berasal dari Bangka Belitung: Yusril Ihza Mahendra, D.N. Aidit, Andrea Hirata
Provinsi Lampung  Nama Provinsi : Lampung Tanggal Berdiri : 13 Februari 1964 Dasar Pendirian : UU No. 14 Tahun 1954 Ibukota : Bandar Lampung Luas Wilayah : ± 35.376,84 km² Letak Geografis : 3°-6° Lintang Selatan dan 103°-105° Bujur Timur Terletak di Pulau Sumatera Jumlah Daerah Tingkat II : 10 Kabupaten dan Kota Data dikutip dari : http://organisasi.org/informasi-profil-provinsi-lampung-info-daerah-yang-ada-di-negara-kesatuan-republik-indonesia Alamat Kantor Gubernur : Jalan R.W. Monginsidi 58, Bandar Lampung Telepon : 0721-260361 Fax : 0721-269640 Email : Website resmi : http://www.lampung.go.id Daerah Tingkat II nya :  1. Kabupaten Lampung Barat 2. Kabupaten Lampung Selatan 3. Kabupaten Lampung Tengah 4. Kabupaten Lampung Timur 5. Kabupaten Lampung Utara 6. Kabupaten Pesawaran (baru) 7. Kabupaten Tanggamus 8. Kabupaten Tulang Bawang 9. Kabupaten Way Kanan 10. Kota Bandar Lampung 11. Kota Metro Gambar diambil dari website industri Lambang Daerah : Sang Bumi Ruwa Jurai  Perisai persegi lima berarti kesanggupan mempertahankan cita-cita dan membina rumah tangga yang didiami oleh unsur golongan masyarakat untuk mencapai masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Pita Sang Bumi Ruwa Jurai : Sang Bumi = Rumah Tangga Agung yang berbilik-bilik. Ruwa Jurai = dua unsur golongan masyarakat yang berdiam di wilayah Provinsi Lampung. Aksara Lampung yang berbunyi “LAMPUNG”. Daun Lada 17 lembar melambangkan tanggal 17. Buah Lada 8 biji melambangkan bulan Agustus. Setangkai padi berjumlah 45 melambangkan tahun 1945. Dengan demikian ketiganya melambangkan hari kemerdekaan yaitu 17-8-1945. Biji Lada berjumlah 64 melambangkan terbentuknya Provinsi Lampung pada tahun 1964. Laduk melambangkan golok rakyat serba guna. Payam melambangkan tombak pusaka tradisional. Gong melambangkan alat seni budaya, sebagai pemberitahuan dimulainya karya besar dan sebagai alat menghimpun masyarakat untuk bermusyawarah. Siger melambangkan mahkota keagungan adat budaya dan tingkat kehidupan terhormat. Payung (jari payung ada 17, bagian ruas tepi ada 8 garis batas, ruas ada 19 dan rumbai payung ada 45) melambangkan Negara Republik Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17-8-1945. Kemudian payung jurai yang melambangkan Provinsi Lampung tempat semua jurai berlindung. Tiang dan bulatan puncak payung melambangkan satu cita membangun bangsa dan Negara Republik Indonesia dengan ridho Tuhan Yang Maha Esa. Warna hijau melambangkan dataran tinggi yang subur untuk tanaman musim. Warna coklat melambangkan dataran rendah yang subur untuk sawah dan ladang. Warna biru melambangkan kekayaan sungai dan lautan yang merupakan sumber perikanan dan kehidupan para nelayan. Warna putih melambangkan kesucian dan keikhlasan hati masyarakat. Warna kuning tua, muda, emas melambangkan keagungan dan kejayaan serta kebesaran cita dan masyarakat untuk membangun daerah dan negaranya. Pahlawan Daerah : Raden Inten II (1834-1856)  Dalam usia 16 tahun Raden Inten II dinobatkan sebagai Ratu di Lampung. Dengan gigih ia memimpin perlawanan terhadap Belanda. Berkali-kali Belanda mengirimkan pasukan untuk mematahkan perlawanan Raden Inten II namun selalu gagal. Belanda akhirnya menjalankan siasat licik dengan memperalat seorang bawahan Raden Inten II yang bernama Raden Ngerapat. Dengan bantuan Raden Ngerapat itu Belanda menyerbu pasukan Raden Inten II. Dalam pertempuran pada 5 Oktober 1856 itu beliau gugur pada usia 22 tahun.
Provinsi Sumatera Selatan Nama Provinsi : Sumatera Selatan Tanggal Berdiri : 14 Agustus 1960 Dasar Pendirian : UU No. 3 Tahun 1950 Ibukota : Palembang Luas Wilayah : ± 113.339 km² Letak Geografis : 1°-4° Lintang Selatan dan 102°-103° Bujur Timur Terletak di Pulau Sumatera Jumlah Daerah Tingkat II : 14 Kabupaten dan Kota Data dikutip dari : http://organisasi.org/informasi-profil-provinsi-sumatera-selatan-info-wilayah-negara-republik-indonesia Sejarah: Provinsi Sumatera Selatan sejak berabad yang lalu dikenal juga dengan sebutan Bumi Sriwijaya. Pada abad ke-7 hingga ke-12 wilayah ini merupakan pusat kerajaan Sriwijaya yang juga dikenal sebagai kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Nusantara. Gaung dan pengaruhnya bahkan sampai ke Madagascar di benua Afrika. Sejak abad ke-13 hingga ke-14 wilayah ini berada di bawah kekuasaan kerajaan Majapahit. Selanjutnya wilayah ini pernah menjadi daerah tak bertuan dan bersarangnya bajak laut dari mancanegara terutama dari negeri Cina. Pada awal abad ke-15 berdirilah Kesultanan Palembang yang berkuasa sampai datangnya kolonialisme barat, lalu disusul oleh penjajahan Jepang. Ketika masih berjaya, Kerajaan Sriwijaya juga menjadikan Palembang sebagai Kota Kerajaan. Menurut Prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan pada 1926, disebutkan bahwa pemukiman yang bernama Sriwijaya itu didirikan pada tanggal 17 Juni 683 Masehi. Tanggal tersebut kemudian menjadi hari jadi Kota Palembang yang diperingati setiap tahunnya. Kini Sumatera Selatan menjadi provinsi terpandang dengan sumber daya alam yang berlimpah. Daerah Tingkat II nya:  1. Kabupaten Banyuasin 2. Kabupaten Empat Lawang (pemekaran baru) 3. Kabupaten Lahat 4. Kabupaten Muara Enim 5. Kabupaten Musi Banyuasin (disingkat Muba) 6. Kabupaten Musi Rawas 7. Kabupaten Ogan Ilir 8. Kabupaten Ogan Komering Ilir (disingkat OKI) 9. Kabupaten Ogan Komering Ulu (disingkat OKU) 10. Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan 11. Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur 12. Kota Lubuklinggau 13. Kota Pagar Alam 14. Kota Palembang 15. Kota Prabumulih http://id.wikipedia.org/wiki/Provinsi_Sumatera_Selatan Lambang Daerah:
Atap rumah Sumatera Selatan berujung 17, dengan 8 baris dan 45 buah genteng, bunga teratai, batang hari sembilan, melambangkan hari kemerdekaan Republik Indonesia 17-8-1945. Bunga teratai adalah lambang keadilan berdasarkan Pancasila. Batang Hari Sembilan (nama lain dari Sumatera Selatan) adalah lambang kemakmuran. Jembatan Ampera adalah lambang kemajuan dan ciri khas kota Palembang. Gunung adalah lambang keperkasaan. Pahlawan Sumatera Selatan: Sultan Mahmud Badaruddin II (1768-1852)
Sultan Mahmud Badaruddin II (Raden Hasan) memenangkan pertempuran 3 hari 3 malam menghadapi pasukan bersenjata Belanda dan Inggris yang dibantu kapal perang Eendracht dan Ajax. Sultan kembali menang atas pasukan besar bantuan dari Batavia pimpinan Jendral Schubert dan Laksamana Wolterbeek. Serdadu Belanda dari Pulau Jawa di bawah pimpinan Jendral Baron de Kock dengan kekuatan penuh berhasil juga dikalahkan oleh perlawanan gigih rakyat Sumatera Bagian Selatan dan diabadikan sastrawan dalam syair perang menteng. Sayangnya Sultan Mahmud Badaruddin II terkena tipu muslihat Belanda yang mengundang untuk berunding di atas kapal perang Belanda yang mengakibatkan Sultan ditangkap, dan selanjutnya diasingkan ke Ternate sampai meninggalnya pada 22 November 1852.
Provinsi Bengkulu  Nama Provinsi : Bengkulu Tanggal Berdiri : 2 September 1967 Dasar Pendirian : UU No. 9 Tahun 1967 Ibukota : Bengkulu Luas Wilayah : ± 19.788 km² Letak Geografis : 5° Lintang Selatan dan 101° Bujur Timur Terletak di Pulau Sumatera Jumlah Daerah Tingkat II : 9 Kabupaten dan Kota Data diambil dari : http://organisasi.org/informasi-profil-provinsi-bengkulu-detail-daerah-wilayah-yang-ada-di-negara-indonesia Alamat Kantor Gubernur Provinsi Bengkulu Jalan Pembangunan No. 1, Padang Harapan, Bengkulu 38225 Telepon : 0736-21502 Fax : 0736-21502 Email : Website : www.bengkulu.go.id Daerah Tingkat II nya: 1. Kabupaten Bengkulu Selatan 2. Kabupaten Bengkulu Utara 3. Kabupaten Kaur 4. Kabupaten Kepahiang 5. Kabupaten Lebong 6. Kabupaten Muko-muko 7. Kabupaten Rejang Lebong 8. Kabupaten Seluma 9. Kota Bengkulu http://id.wikipedia.org/wiki/Provinsi_Bengkulu Gambar diambil dari website regional investment Lambang Daerah:  Lambang Daerah Provinsi Bengkulu berbentuk perisai. Di tengahnya terdapat perisai kecil yang di dalamnya terdapat gambar setangkai padi dan kopi bersama daunnya. Sedangkan di tengah-tengahnya terdapat bunga raflesia, rudus, cerana dan bintang baser. Di bagian bawah terdapat sebuah pita dengan tulisan “BENGKULU”. Warna hijau di bagian atas perisai mencerminkan daerah pegunungan Bukit Barisan dengan tanahnya yang subur sebagai batas tanah daerah Provinsi Bengkulu sebelah timur. Warna biru berombak dengan 18 gelombang berarti laut dengan sumber kekayaan sebagai batas daerah Provinsi Bengkulu sebelah barat. Dalam perisai kecil terdapat setangkai padi berwarna kuning dengan 17 bulir di sebelah kiri. Di sebelah kanan terdapat setangkai bunga kopi berwarna putih dan buah kopi berwarna hijau. Jumlahnya ada 8. Tulang daun kopi bagian atas berjumlah 4 garis, bagian bawah berjumlah 5 garis. Kesemuanya melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu 17-8-45. Garis gelombang berjumlah 18 melambangkan tanggal 18. Daun kopi berjumlah 11 helai melambangkan bulan November. Bunga kopi setiap tangkai berjumlah 6 dan buah kopi berjumlah 8. Keseluruhannya adalah hari kelahiran Provinsi Bengkulu (18 November 1968). Buah padi dan kopi mencerminkan hasil utama di bidang pertanian dan perkebunan. Bunga raflesia arnoldi sebagai suatu keistimewaan alam daerah Provinsi Bengkulu. Bingkai berwarna emas yang mengitari lambang melukiskan salah satu sumber mineral di daerah Provinsi Bengkulu. Cerana melukiskan kebudayaan rakyat. Rudus 2 buah melambangkan kepahlawanan. Bintang besar pada pertemuan ujung padi dan kopi melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Dikutip dari: http://www.depdagri.go.id/konten.php?nama=Daerah&op=detail_provinsi&id_prov=3&dt=logo&nm_prov=Bengkulu Pahlawan Bengkulu: (sedang dicari)
 | Ah Beng | May 7, '08 8:47 AM for everyone |
Teacher: " 'I killed a person'. Convert this sentence into future tense!" Ah Beng : "The future tense is 'you will go to jail' "
===================================================== Ah Beng told his servant: "Go and water the plants!" Servant: "It's already raining." Ah Beng : "So what? Take an umbrella and go." ======================================= Ah Beng : "Doctor, in my dreams, I play football every night." Doctor : "Take this tablet, you will be ok." Ah Beng : "Can I take tomorrow, tonight is final game!"
===========================================
Ah Beng : "Darling, if I die, will you remarry?" Wife: "No! I'll stay with my sister. But if I die, will you remarry?" Ah Beng : "No, I'll also stay with your sister."
=========================================
Ah Beng : "People consider me as a "GOD" " Wife: "How do you know??" Ah Beng : "When I went to the park today, everybody said, 'Oh GOD! You again!' "
Provinsi Jambi Nama Provinsi : Jambi Tanggal Berdiri : 2 Juli 1958 Dasar Pendirian : UU No. 61 Tahun 1958 Ibukota : Jambi Luas Wilayah : ± 54.436 km² Letak Geografis : 1°-3° Lintang Selatan dan 101°-104° Bujur Timur Terletak di Pulau Sumatera Jumlah Daerah Tingkat II : 10 Kabupaten dan Kota Data dikutip dari: http://organisasi.org/informasi-profil-provinsi-jambi-info-wilayah-daerah-negara-kesatuan-republik-indonesia-nkri Alamat Kantor Gubernur : Jalan A. Yani No. 1, Telanaipura, Jambi 36128 Telepon : 0741-66269 Fax : 0741-66269 Email : pemdajambi@yahoo.co.id Website : http://www.pempropjambi.go.id Daerah Tingkat II nya: 1. Kabupaten Batanghari 2. Kabupaten Bungo 3. Kabupaten Kerinci 4. Kabupaten Merangin 5. Kabupaten Muaro Jambi 6. Kabupaten Sarolangun 7. Kabupaten Tanjung Jabung Barat 8. Kabupaten Tanjung Jabung Timur 9. Kabupaten Tebo 10. Kota Jambi http://id.wikipedia.org/wiki/Provinsi_Jambi Gambar diambil dari website regionalinvestment Lambang Daerah  Lambang Daerah Tingkat I Provinsi Jambi berbentuk bidang dasar segi lima, menggambarkan lambang jiwa dan semangat Pancasila. Mesjid melambangkan ketuhanan dan keagamaan. Keris melambangkan kepahlawanan dan kejuangan. Gong melambangkan jiwa musyawarah dan demokrasi. http://www/depdagri.go.id/konten.php?nama=Daerah&op=detail_provinsi&id_prov=4&dt=logo&nm_prov=Jambi Pahlawan nasional : Sultan Thaha Syaifuddin (1816-1904) Dilahirkan di keraton Tanahpilih Jambi pada pertengahan tahun 1816. Ketika kecil ia biasa dipanggil Raden Thaha Ningrat. Beliau rendah hati dan suka bergaul dengan rakyat biasa. Pada pertempuran di Sungai Aro itu jejak Sultan Thaha tidak diketahui lagi oleh rakyat umum, kecuali oleh pembantunya yang sangat dekat. Sultan Thaha Syaifuddin meninggal pada tanggal 26 April 1904 dan dimakamkan di Muara Tebo.
Ini kutipan surat putus cinta dari seorang TKW dengan expatriate yang kerja di petronas SURAT CINTA MBAK SUM. Sum, bermaksud memutuskan hubungan dengan kekasihnya seorang bule dari Amerika bernama Robbie akan tetapi dia tak sanggup untuk bertemu muka dengan kekasihnya. Sum menulis surat dengan berbekal pengetahuan bahasa Inggris & kamus tebal. Hi Robbie, with this letter I want to give know you (hai Robbie, bersama surat ini saya ingin memberitahu kamu) I WANT TO CUT CONNECTION US (SAYA INGIN MEMUTUSKAN HUBUNGAN KITA) I have think this very cook cook (saya telah memikirkan hal ini masak-masak) I know my love only clap half hand (saya tahu cinta saya hanya bertepuk sebelah tangan) Correctly, I have see you go with a woman entertainment at town with my eyes and head myself (sebenarnya, saya telah melihat kamu pergi bersama seorang wanita penghibur dI kota dengan mata kepala saya sendiri) You always ask apology back back times (kamu selalu minta maaf berulang ulang kali) You eyes drop tears crocodile (matamu mencucurkan airmata buaya) You correct correct a man crocodile land (kamu benar-benar seorang lelaki buaya darat) My Friend speak you play fire (teman saya bilang kamu bermain api) Now I know you correct correct play fire (sekarang saya tahu kamu benar benar bermain api) So, I break connection and pull body from love triangle this (jadi, saya putuskan hubungan dan menarik diri dari cinta segitiga ini) I know result I pick this very correct, because you love she very big from me (saya tahu keputusan yang saya ambil ini benar, karena kamu mencintai dia lebih besar dari saya) But I still will not go far far from here (namun saya tetap tidak akan pergi jauh-jauh dari sini) I don ' t want you play play with my liver (saya tidak ingin kamu main-main dengan hati saya) I have been crying night night until no more eye water thinking about your body (saya menangis bermalam-malam sampai tidak ada lagi airmata memikirkan dirimu) I don ' t want to sick my liver for two times (saya tidak mau sakit hati untuk kedua kalinya) Safe walk, Robbie (selamat jalan, Robbie) Girl friend of your liver (kekasih hatimu) Sumiyati note: this river I forgive you, next river I kill you ! (kali ini aku maafkan kamu, kali lain kubunuh kau !)
Barangsiapa pernah ke daerah terpencil pastilah pernah merasakan HPnya tidak ada sinyal. Makanya perlu pakai penguat seperti ini:
Hanya dari satu goresan tak terputus, jadilah gambar yang indah ini. Please click to enlarge.
Provinsi Kepulauan Riau   Nama Provinsi : Kepulauan Riau (disingkat Kepri) Tanggal Berdiri (Hari Jadi) : 1 Juli 2004 Dasar Pendirian : UU No. 25 Tahun 2002 Ibukota : Tanjung Pinang Luas Wilayah : ± 11.195 km² Letak Geografis : 5° Lintang Utara – 1° Lintang Selatan dan 105°-109° Bujur Timur Terletak di wilayah Pulau Sumatera Jumlah Daerah Tingkat II : 6 Kabupaten dan Kota Data dikutip dari : http://organisasi.org/informasi-profil-provinsi-kepulauan-riau-kepri-info-wilayah-negara-republik-indonesia dengan sedikit revisi Kantor Gubernur Kepulauan Riau Alamat : Jalan Basuki Rahmat, Tanjung Pinang Telepon : 0771-318562 Fax : 0771-318588 Email : info@keproprov.go.id Website : http://www.kepriprov.go.id Provinsi Kepulauan Riau merupakan provinsi baru hasil pemekaran dari Provinsi Riau. Daerah Tingkat II nya:  1 Kabupaten Karimun 2 Kabupaten Bintan (dahulu bernama Kabupaten Kepulauan Riau) 3 Kabupaten Lingga 4 Kabupaten Natuna 5 Kota Batam 6 Kota Tanjung Pinang Lambang Provinsi  1. Lambang Daerah berbentuk tameng/perisai melambangkan pertahanan dengan warna utama biru, kuning, merah dan hijau. Sedangkan warna pendukung adalah hitam dan putih. Di dalamnya terdapat gambar unsur-unsur lambang dan tulisan “Provinsi Kepulauan Riau” serta didisain dengan pita berwarna kuning dengan tulisan “Berpancang Amanah Bersauh Marwah.” 2. Arti dari tiap-tiap gambar: a. Bintang berwarna kuning melambangkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. b. Mata Rantai berwarna hitam berjumlah 32 yang berlatar belakang warna hijau muda melambangkan kebersamaan masyarakat Provinsi Kepulauan Riau yang bersatu padu dan menunjukkan berdirinya Provinsi Kepulauan Riau sebagai provinsi yang ke-32 di Negara Republik Indonesia. c. Padi berwarna kuning berjumlah 24 butir dan kapas berwarna hijau dan putih berjumlah 9 kuntum melambangkan kesejahteraan masyarakat Provinsi Kepulauan Riau sebagai tujuan utama dan mengingatkan tanggal disahkannya Undang-undang terbentuknya Provinsi Kepulauan Riau (24 September 2002). d. Perahu berwarna kuning sebagai simbol alat transportasi masyarakat Kepulauan Riau dengan layar berwarna putih yang terkembang melambangkan semangat kebersamaan dalam satu tekad mengisi laju pembangunan di Provinsi Kepulauan Riau. e. Pada layar terdapat gambar sebilah keris berluk 7 berwarna kuning emas berhulu kepala burung serindit berwarna hitam melambangkan keberanian dalam menjaga dan memperjuangkan negeri bahari ini untuk menuju kesejahteraan dan kemakmuran. f. Di bagian bawah layar terdapat tepak sirih berwarna merah melambangkan persahabatan. g. Gelombang berlapis 7 sebagai simbol bulan Juli (Peresmian Provinsi Kepulauan Riau pada tanggal 1 Juli 2004). h. Tulisan “Provinsi Kepulauan Riau” berwarna putih di atas dasar lambang daerah berwearna biru tua sebagai identitas nama daerah. i. Pita berwarna kuning, bertuliskan “Berpancang Amanah Barsauh Marwah” berwarna hitam adalah semangat dan tekad serta azam masyarakat Provinsi Kepulauan riau dalam menuju cita-cita luhurnya yakni masyarakat sejahtera, cerdas dan berakhlak mulia. Makna warna dalam lambang 1. Warna utama: a. Biru tua berarti kebaharian, keluasan. b. Kuning berarti keagungan, kemegahan, kecerdasan dan kemuliaan. c. Merah berarti keberanian, kepahlawanan dan keperkasaan. d. Hijau muda berarti ketakwaan, kesejahteraan, kesuburan dan kemakmuran. 2. Warna pendukung: a. Hitam berarti ketegasan, keabadian dan ketenangan. b. Putih berarti kesucian dan kebersihan.
Kalau Jakarta banjir, barangkali pengantinnya kayak gini.
Kita pernah begini. Adakah yang masih ingat?
Provinsi Riau Nama Provinsi : Riau Tanggal Berdiri : 25 Juli 1959 Dasar Pendirian : UU No. 61 Tahun 1958 Ibukota : Pekanbaru Luas Wilayah : ± 94.561 km² Letak Geografis : 1°31’-2°31’ Lintang Selatan dan 100°-105° Bujur Timur Terletak di Pulau Sumatera Jumlah Daerah Tingkat II : 11 Kabupaten dan Kota Data dikutip dari : http://organisasi.org/informasi-profil-provinsi-riau-info-detail-lengkap-wilayah-negara-republik-indonesia Kantor Gubernur Provinsi Riau Alamat: Jalan Jendral Sudirman No. 460, Pekanbaru Telepon : 0761-47367, 47368 Fax : 0761-33725 Email : info@riau.go.id Website : http://www.riau.go.id Daerah Tingkat II nya: 1. Kabupaten Bengkalis 2. Kabupaten Indragiri Hilir 3. Kabupaten Indragiri Hulu 4. Kabupaten Kampar 5. Kabupaten Kuantan Singingi 6. Kabupaten Pelalawan 7. Kabupaten Rokan Hulu 8. Kabupaten Rokan Hilir 9. Kabupaten Siak 10. Kota Dumai 11. Kota Pekanbaru Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau tercatat resmi mulai tanggal 1 Juli 2004, yang berarti mengurangi sebagian besar wilayah Provinsi Riau sebelumnya. Sumber dari http://id.wikipedia.org/wiki/Riau Arti Lambang Provinsi: (NB: Saya mencari gambar lambang Provinsi Riau yang resolusinya 800 x 600 atau lebih)
 Mata rantai tak terputus sejumlah 45 butir membentuk tameng. Memberi arti persatuan dan kesatuan bangsa yang telah diproklamasikan sejak tahun 1945. Di dalamnya berisi padi kapas, gelombang laut, keris dan lancang kuning, jenis kapal layar yang khas Daerah Riau. Padi kapas melambangkan kesejahteraan rakyat. Lancang kuning mengandung arti semangat rakyat Riau dengan hasil laut yang melimpah. Gelombang 5 lapis melambangkan Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia. Keris berhulu kepala burung serindit adalah lambang kepahlawanan rakyat Riau berdasarkan kebijaksanaan dan kebenaran. Pahlawan Riau: Tuanku Tambusai dan Raja Ali Haji. Dua tokoh yang sedang diusulkan menjadi pahlawan nasional ialah Tengku Sulung dan Sultan Zainal Abidin.
Provinsi Sumatera Barat  Nama Provinsi : Sumatera Barat Tanggal Berdiri : 3 Juli 1958 Dasar Pendirian : UU No. 61 Tahun 1958 Ibukota : Padang Luas Wilayah : ± 42.297 km² Letak Geografis : 0° Lintang Utara – 2° Lintang Selatan dan 98°-102° Bujur Timur Terletak di Pulau Sumatera Jumlah Daerah Tingkat II : 19 Kabupaten dan Kota Data dikutip dari : http://organisasi.org/informasi-profil-provinsi-sumatra-barat-sumbar-sumatera-barat-wilayah-negara-republik-indonesia Provinsi Sumatera Barat Alamat Kantor Gubernur : Jalan Jendral Sudirman No. 15, Padang Telepon : 0751-32020, 34171 Fax: 0751-32033, 34671 Email : - Website: http://www.sumbarprov.go.id Daerah Tingkat II nya: 1. Kabupaten Agam 2. Kabupaten Dharmasyara 3. Kabupaten Lima Puluh Koto 4. Kabupaten Kepulauan Mentawai 5. Kabupaten Padang Pariaman 6. Kabupaten Pasaman 7. Kabupaten Pasaman Barat 8. Kabupaten Pesisir Selatan 9. Kabupaten Sijunjung (dahulu bernama Sawahlunto Sijunjung) 10. Kabupaten Solok 11. Kabupaten Solok Selatan 12. Kabupaten Tanah Datar 13. Kota Bukittinggi 14. Kota Padang 15. Kota Padang Panjang 16. Kota Pariaman 17. Kota Payakumbuh 18. Kota Sawahlunto 19. Kota Solok http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatra_Barat Lambang Provinsi Sumatera Barat:
 Rumah Gadang, adalah lambang semangat demokrasi. Atap Masjid, adalah lambang tumbuh kuatnya agama Islam di Sumatera Barat. Bintang, adalah lambang Ketuhanan Yang Maha Esa. Riak Gelombang, adalah lambang dinamika. Tuah Sakato, adalah lambang kesepakatan untuk melaksanakan hasil mufakat rakyat. Sejarah Sumatera Barat (Minangkabau) Dahulu Sumatera Barat merupakan bagian inti dari Kerajaan Pagaruyung. Pada jaman kolonial Hindia Belanda, daerah ini tergabung dalam Governement Sumatra’s Westkust yang juga mencakup daerah Tapanuli. Sejak 1906 wilayah Tapanuli dipisahkan menjadi Residentie Tapanuli, sedangkan wilayah Kerinci kemudian digabung ke dalam Sumatra’s Westkust. Pada awal kemerdekaan Indonesia, wilayah Sumatera Barat tergabung dalam Provinsi Sumatera yang berpusat di Medan. Provinsi Sumatera kemudian dipecah menjadi tiga, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Tengah dan Sumatera Selatan. Sumatera Barat bersama dengan Jambi dan Riau merupakan residensi-residensi di dalam Provinsi Sumatera Tengah. Berdasarkan Undang-undang Darurat Nomor 19 tahun 1957, Sumatera Tengah kemudian dipecah lagi menjadi Sumatera Barat, Jambi dan Riau. Wilayah Kerinci yang sebelumnya tergabung dalam residensi Sumatera Barat kemudian digabungkan dalam Provinsi Jambi. Pada awalnya ibukota Provinsi Sumatera Barat adalah Bukittinggi, tetapi kemudian dipindahkan ke Padang. Pahlawan Sumatera Barat Abdoel Moeis Lahir di Solok 3 Juli 1883 dan meninggal di Bandung 17 Juni 1959. Abdoel Moeis adalah seorang sastrawan dan wartawan. Pendidikan terakhirnya menamatkan Stovia (sekolah kedokteran, sekarang Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia). Ia juga seorang nasionalis dan pernah menjadi anggota Volksraad.
Abdoel Moeis berjuang tidak dengan senjata melainkan lewat tulisan-tulisannya. Hasil karyanya antara lain: Salah Asuhan (novel 1928) Pertemuan Jodoh (novel 1933) Surapati (novel 1950) Robert Anak Surapati (novel 1953) Hasil terjemahannya: Don Kisot (karya Cervantes) Tom Sawyer Anak Amerika (karya Mark Twain) Sebatang Kara (karya Hector Malot)
Provinsi Sumatera Utara  Nama Provinsi : Sumatera Utara Tanggal Berdiri : 7 Desember 1956 Dasar Pendirian : UU No. 24 Tahun 1956 Ibukota : Medan Luas Wilayah : ± 71.680 km² Letak Geografis : 1°-4° Lintang Utara dan 89°-100° Bujur Timur Terletak di Pulau Sumatera Jumlah Daerah Tingkat II : 28 Kabupaten / Kota Data dikutip dari : http://organisasi.org/informasi-profil-provinsi-sumatera-utara-sumut-info-wilayah-negara-republik-indonesia Provinsi Sumatera Utara Alamat Kantor Gubernur : Jalan P. Diponegoro No. 30, Medan Telepon : 061-4512315, 4153300 Fax : ? Email : bappedasu@sumutprov.go.id Website : http://sumutprov.go.id atau http://www.pempropsu.go.id Daerah Tingkat II nya (ada 28 dan mungkin akan menjadi 29) 1. Kabupaten Asahan 2. Kabupaten Batu Bara 3. Kabupaten Dairi 4. Kabupaten Deli Serdang 5. Kabupaten Humbang Hasundutan (disingkat Humbahas) 6. Kabupaten Karo 7. Kabupaten Labuhan Batu 8. Kabupaten Langkat 9. Kabupaten Mandailing Natal (disingkat Madina) 10. Kabupaten Nias 11. Kabupaten Nias Selatan 12. Kabupaten Padang Lawas (baru) 13. Kabupaten Padang Lawas Utara (baru) 14. Kabupaten Pakpak Bharat 15. Kabupaten Samosir 16. Kabupaten Serdang Bedagai 17. Kabupaten Simalungun 18. Kabupaten Tapanuli Selatan (disingkat Tapsel) 19. Kabupaten Tapanuli Tengah (disingkat Tapteng) 20. Kabupaten Tapanuli Utara (disingkat Taput) 21. Kabupaten Toba Samosir (disingkat Tobasa) 22. Kota Binjai 23. Kota Medan 24. Kota Padang Sidempuan 25. Kota Pematang Siantar 26. Kota Sibolga 27. Kota Tanjung Balai 28. Kota Tebing Tinggi 29. (sedang direncanakan) Kabupaten Angkola Sipirok Data dikutip dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera-Utara Peta diambil dari website KPU
Lambang Provinsi Sumatera Utara (NB: Saya mencari gambar dengan resolusi 800 x 600º atau lebih besar lagi agar lebih jelas detilnya.) Arti lambang:
Kepalan tangan yang diacungkan ke atas dengan menggenggam rantai beserta perisainya melambangkan kebulatan tekad perjuangan rakyat Provinsi Sumatera Utara melawan imperialisme, kolonialisme, feodalisme dan komunisme. Batang bersudut lima, perisai dan rantai melambangkan kesatuan masyarakan dalam membela dan mempertahankan Pancasila. Pabrik, pelabuhan, pohon karet, pohon sawit, daun tembakau, ikan, daun padi dan tulisan “SUMATERA UTARA” melambangkan daerah yang indah permai masyhur dengan kekayaan alamnya yang berlimpah-limpah. Tujuh belas kuntum kapas, delapan sudut sarang laba-laba dan empat puluh lima butir padi menggambarkan tanggal, bulan dan tahun kemerdekaan negara Republik Indonesia. Tongkat di bawah kepalan tangan melambangkan watak kebudayaan yang mencerminkan kebesaran bangsa, patriotisme, pencinta dan pembela keadilan. Bukit Barisan yang berpuncak lima melambangkan tata kemasyarakatan yang berkepribadian luhur, bersemangat persatuan, kegotongroyongan yang dinamis. Motto daerah adalah Tekun Berkarya, Hidup Sejahtera, Mulia Berbudaya. Dikutip dari http://sumutprov.go.id/ongkam.php?me=lambang Sekilas Sumatera Utara Undang-Undang Nomor 10 tahun 1948 tanggal 15 April 1948 membagi Pulau Sumatera menjadi 3 provinsi yaitu Sumatera Utara, Sumatera Tengah dan Sumatera Selatan. Awal tahun 1949 diadakan reorganisasi pemerintahan di Sumatera. Terakhir tanggal 7 Desember 1956 diundangkan Undang-Undang Nomor 24 tahun 1956 yang intinya mengubah Provinsi Sumatera Utara menjadi Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara. Provinsi Sumatera Utara yang mempunyai 419 pulau juga mempunyai berbagai ragam suku bangsa antara lain:
Melayu Deli yang mendiami daerah pesisir timur Batak Toba yang mendiami sekitar Danau Toba, Pulau Samosir dan pesisir barat Batak Karo yang mendiami Dataran Tinggi Karo, Langkat, Binjai dll Batak Pakpak yang mendiami daerah Pakpah Bharat dan Dairi Batak Simalungun yang mendiami daerah Simalungun Batak Mandailing yang mendiami daerah Tapanuli Selatan Suku Nias yang mendiami pulau-pulau Nias Dan juga dengan suku-suku pendatang lainnya. Agamanya juga bermacam-macam. Mayoritas suku Toba dan Nias beragama nasrani, sedangkan suku Mandailing dan Melayu kebanyakan beragama Islam. Pahlawan yang terkenal dari daerah Sumatera Utara adalah Raja Sisingamangaraja XII  Riwayat singkatnya: Sisingamangaraja XII dinobatkan menjadi Raja Batak pada usia 19 tahun. Sampai tahun 1886 hampir seluruh Sumatera sudah dikuasai oleh Belanda kecuali Aceh dan Tanah Batak yang masih berada dalam situasi merdeka dan damai. Tahun 1837 Belanda memadamkan Perang Paderi. Minangkabau jatuh ke tangan Belanda. Menyusul kemudian adalah daerah Natal, Mandailing, Barumun, Padak Bolak, Angkola, Sipirok, Pantai Barus dan kawasan Sibolga. Karena itu sejah tahun 1837 Tanah Batak terpecah menjadi dua bagian yaitu daerah-daerah yang telah direbut Belanda dan daerah lain yang belum dikuasai Belanda dan masih diakui oleh Belanda sebagai “Tanah Batak yang merdeka.” Pada tahun 1873 Belanda menyatakan perang kepada Aceh dan tentaranya mendarat di pantai-pantai Aceh. Tiga tahun kemudian Belanda mencaplok daerah Silindung/Tarutung. Walaupun daerah tersebut bukan wilayah kekuasaan Raja Sisingamangaraja XII, namun beliau mengetahui siasat Belanda, yang cepat atau lambat pasti akan mencaplok wilayahnya juga. Oleh karena itu beliau mengadakan sebuah rapat raksasa di Pasar Balige pada bulan Juni 1876 dan dalam rapat tersebut diambil tiga keputusan penting yaitu: 1. Menyatakan perang terhadap Belanda 2. Zending agama tidak diganggu 3. Menjalin kerja sama Batak dan Aceh untuk sama-sama melawan Belanda. Tahun 1877 mulailah perang Batak yang terkenal itu, yang berlangsung 30 tahun lamanya. Tahun 1882 hampir seluruh daerah Balige telah dikuasai oleh Belanda. Tahun 1883 Laguboti dan Toba jatuh ke tangan Belanda. Pada tahun ini Belanda benar-benar mengerahkan seluruh kekuatannya dan Sisingamangaraja XII beserta para panglimanya juga bertarung dengan gigih. Pada tanggal 12 Agustus 1883, Bakara, tempat istana dan markas besar Sisingamangaraja XII berhasil direbut oleh Belanda. Sisingamangaraja XII mengundurkan diri ke Dairi bersama keluarganya dan pasukannya yang setia. Pada tahun itulah Gunung Krakatau meletus. Awan hitamnya meliputi Tanah Batak seolah-oleh menjadi firasat buruk. Sisingamangaraja gugur pada tanggal 17 Juni 1907.
Diringkas dari http://www.silaban.net/2006/06/22/riwayat-singkat-raja-sisingamangaraja-xii/
|
|